Langsung ke konten utama

SELF AWARENESS



 Disusun Oleh :


Rizky Nofinda Ridho Isromi 111711133219
- Athaya Nasywa Zhalifunnas 112011133080
- Halimah Shafira Ramadhani 112011133200 
- Nabila Rizka Kusumawardani         112011133211


Mengapa Self Awareness Penting?

Self awareness adalah keadaan di mana kita menyadari diri kita sebagai objek seperti kita menyadari keberadaan pohon atau orang lain. Ketika kita self aware secara objektif, kita membuat perbandingan antara bagaimana kita sebenarnya dan bagaimana kita sesuai ekspektasi (ideal). Kita dapat menghasilkan self awareness ini dari apa pun yang memfokuskan atensi kita pada diri kita sendiri sebagai sebuah objek, misalnya melihat diri kita di cermin (Hogg & Vaughan, 2017, p. 122). 

Charles Carver dan Michael Scheier (1981) mengklasifikasikan dua tipe tentang self yang dapat kita sadari, yaitu private self awareness dan public self awareness. Private self awareness berupa pikiran, perasaan, dan sikap pribadi kita. Jenis self ini memimpin kita untuk mencocokkan perilaku dengan standar internal kita. Public self awareness adalah bagaimana orang melihat kita, image publik kita. Jenis self  ini berorientasi untuk menunjukkan diri kita kepada orang lain dengan tampilan yang positif (Hogg & Vaughan, 2017, p. 123).

Berangkat dari penjabaran singkat mengenai self awareness, kita akan menjawab satu pertanyaan sederhana, tetapi jawabannya boleh jadi kompleks. Apakah self awareness penting untuk kita? Pertanyaan ini akan menuntun kita kepada penjelasan yang lebih luas mengenai seperti apa self awareness yang tinggi atau rendah dan dampaknya dalam kehidupan kita. Selain itu, kita juga bisa mengulik cara mempertahankan atau meningkatkan self awareness yang kita miliki.


Individu dengan Self Awareness yang Tinggi

Jika premis bahwa self awareness itu penting bagi kehidupan bernilai benar, maka kita perlu tahu bagaimanakah perilaku umum yang menunjukkan self awareness yang tinggi. Hal ini pasti dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengidentifikasi tingkat self awareness secara mandiri. Tentu saja tidak terlalu valid. Namun, dengan mencocokkan perilaku kita dengan beberapa ciri self awareness yang baik, kita bisa sedikit menyimpulkan tingkat self awareness diri kita. 
Seringkali individu dengan self awareness yang tinggi paham betul bagaimana mereka dapat mengerti suasana hati maupun perasaan mereka sendiri, tidak hanya berlaku bagi dirinya sendiri mereka juga dapat memahami bagaimana perasaan mereka dapat mempengaruhi orang lain. Jika seorang individu memiliki kesadaran diri (self awareness) yang tinggi, individu tersebut dapat memahami bagaimana kekuatan dan kelemahan, nilai-nilai serta motivasinya. Individu dengan kesadaran diri yang tinggi juga mampu merasa terbuka terhadap feedback (umpan balik) dari orang lain dan juga mampu membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang tertekan.


Dampak Self Awareness Dalam Kehidupan

Setelah kita mengetahui kriteria self-awareness yang tinggi, kita akan bertanya-tanya. Apa sebenarnya dampak yang kita rasakan jika kita memiliki self awareness yang tinggi? Apa yang akan terjadi jika kita memiliki self awareness yang rendah? Secara umum, kita akan menanyakan manfaat self awareness dalam kehidupan kita.

Menurut Boyatnis (dalam Rizki P, 2019:116) terdapat 3 aspek dalam self awareness yaitu, emotional awareness (mengenal emosi diri dan pengaruhnya), accurate self assesment (mengetahui kekuatan dan keterbatasan diri), dan self confidence (pengertian yang mendalam akan kemampuan diri).

  1. Emotional Awareness

Dampak dari self awareness adalah intensitas emosional. Self awareness berfokus pada emosi atau respons fisiologis seseorang untuk memperkuat pengalaman subjektifnya. Untuk mengilustrasikan, individu yang sadar diri saat marah akan berperilaku lebih agresif daripada individu yang tidak sadar ketika diprovokasi

  1. Accurate Self Assessment

Self awareness dapat meningkatkan pengetahuan konsep diri seseorang. Individu yang memperhatikan aspek diri akan memberikan evaluasi yang lebih cepat terhadap karakteristik jika dibandingkan dengan subjek dengan self awareness yang rendah. Dapat disimpulkan, individu dengan self awareness yang tinggi dapat lebih mengenal diri mereka sendiri.

  1. Self Confidence

Individu dengan self awareness memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.  Dalam situasi apapun ia akan cenderung memiliki rasa percaya diri dan pandai mengendalikan situasi. Individu dengan self awareness dapat mempertimbangkan beberapa hal yang akan mempengaruhi kematangan kemampuan berpikirnya. Selain itu ketika individu terlibat dalam suatu situasi, individu dapat lebih memahami kelebihan dan kekurangannya sehingga memiliki tujuan yang jelas. Dengan kata lain, individu dengan self awareness yang tinggi memiliki tujuan dan alasan yang kuat untuk mengungkapkan pemikiran atau pendapat tertentu. 


Dampak Negatif Self Awareness 

Saat ini kita sudah sampai di titik pertanyaan berbanding terbalik dengan yang sebelumnya. Apa yang akan terjadi jika kita memiliki self awareness yang rendah? Apa yang akan terjadi jika kita tidak cocok dengan kriteria self awareness yang tinggi? Ketika kita mampu bertanya demikian, maka kita mulai paham bahwa tingkat self awareness yang rendah dapat berdampak negatif untuk kita.
Menjadi self aware bisa jadi membuat kita merasa tidak nyaman. Kita semua merasakan self-conscious dari waktu ke waktu sehingga kita merasa terlalu familiar dengan pengaruhnya pada perilaku kita. Selanjutnya, kita menjadi merasa cemas, mengalami kesulitan bicara, atau membuat banyak kesalahan. Bahkan, kita bisa merasa paranoid. 
Namun, self awareness yang tinggi juga tidak selalu berdampak positif untuk kita. Dalam beberapa kasus, self awareness yang tinggi justru merasa stres. Orang-orang yang mengalami ini cenderung menghindarinya dengan meminum alkohol atau tindakan ekstrim, seperti bunuh diri. 


Cara Meningkatkan Self Awareness

Di dalam kehidupan tentu setiap individu mengalami berbagai masalah dan untuk bertahan serta dapat melewati berbagai permasalahan tersebut adalah dengan cara individu dapat mengenali dirinya sendiri (Self Awareness). Namun, dapat diketahui bahwa setiap individu terlahir berbeda dan istimewa dengan kemampuannya masing-masing. Oleh sebab itu, self awareness yang dimiliki setiap individu dan bagaimana individu tersebut dapat memunculkan self awareness pada dirinya tentu berbeda-beda. Rendah atau tingginya self awareness yang dimiliki oleh setiap individu jelas berbeda karena cara setiap individu hidup dan bagaimana lingkungan yang menjadi tempat tinggal setiap individu berbeda. Bagi individu yang memiliki self awareness rendah, seperti yang telah dijelaskan di atas dapat diketahui akan memberi dampak negatif atau kerugian terutama bagi diri sendiri. Lalu bagaimana cara kita untuk meningkatkan self awareness agar individu dapat terbantu dalam menghadapi segala permasalahan yang dapat terjadi dalam kehidupan? Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self awareness.
Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan Self Analysis atau menganalisis diri, dapat juga dikatakan introspeksi diri. Dalam konteks self awareness, self analysing ini mengacu pada seluruh rangkaian aktivitas yang mungkin dilakukan seorang diri (Klimoski&Hu,2012). Dengan melakukan self analysing ini, individu dapat lebih mengenali diri nya sendiri dengan cara individu memperhatikan,menganalisis,dan mengevaluasi dirinya serta aktivitas apa saja yang telah ia lakukan dalam kehidupan sehari-hari. analisis dan evaluasi ini bertujuan agar individu mengetahui kekurangan dan kelemahannya sehingga individu dapat segera   
Kedua, journaling. Menurut Drucker (1999) dalam Klimoski&Hu (2012), individu dapat membuat sebuah diary atau log experience sebagai alat untuk meningkatkan self Awareness. Self-journal, atau journal, adalah komunikasi tertulis dengan diri sendiri (Utley & Garza, 2011). Ini adalah proses berkelanjutan yang digunakan untuk menganalisis, menyebarkan, dan menilai pikiran, emosi, dan perilaku (Utley & Garza, 2011). Diary akan membantu individu dalam mengetahui bagaimana keadaan dirinya melalui catatan-catatan yang ada dan individu diharapkan dapat memberikan feedback terhadap dirinya.  Melalui journaling, individu dapat menuliskan  berbagai kejadian serta pengalaman-pengalaman yang telah dialaminya dan komunikasi tertulis ini diharapkan individu dapat menemukan dirinya. Journaling juga dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk melepaskan stres yang dialaminya dengan cara  menuliskan perasaan dan mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang pernah dialami terutama pengalaman yang membahagiakan.
Ketiga, yang dapat dilakukan adalah mendapatkan feedback dari orang lain. Feedback yang diperoleh dari orang lain akan membantu individu untuk terus berkembang dan bertumbuh hal ini dapat terjadi karena orang lain dapat melihat apa yang tidak bisa kita lihat sendiri. Orang lain dapat memberikan kritik dan saran yang kita butuhkan untuk dapat membangun dan meningkatkan diri terutama dalam aspek self awareness ini. Feedback dari orang lain akan terus mendorong individu untuk tidak cepat merasa puas sehingga proses pembelajaran akan dapat terus berjalan sampai batas maksimal dari kemampuan diri.


Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Meningkatkan Self Awareness

Dalam melakukan sebuah proses, pasti ada kemungkinan gagal dan berhasil. Hal ini ditentukan oleh faktor-faktor yang memengaruhinya. Begitu juga dengan meningkatkan self awareness. Kita akan membahas bersama-sama mengenai apa saja yang menjadi faktor yang memengaruhi upaya peningkatan self awareness.
Dalam proses meningkatkan self awareness, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan individu dalam meningkatkan self awareness. Menurut Klimoski&Hu (2012) faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam meningkatkan self awareness pada individu di antaranya adalah kesiapan individu, dukungan dari hubungan sosial,pilihan yang tepat dari cara atau teknik yang digunakan, dan kualitas dari feedback yang didapatkan.
Pada kesiapan Individu, motivasi individual yang dimunculkan oleh individu memiliki peranan yang sangat penting agar peningkatan self awareness karena seseorang ketika melakukan segala sesuatu tentu memerlukan motivasi yang mendorongnya untuk dapat melakukan sesuatu tersebut. Apabila tidak ada motivasi baik motivasi secara internal atau eksternal, individu tidak akan melakukan sebuah pergerakan yang dapat membawanya ke sebuah perubahan. Demikian pula pada self awareness, apabila individu tidak memiliki motivasi dalam meningkatkan self awareness tentunya peningkatan self awareness tidak dapat terjadi. Dibutuhkan sebuah perkara, aktivitas, atau sebab kuat yang lainnya yang dapat menstimulasi individu untuk memunculkan motivasi dan kebutuhan akan pentingnya untuk meningkatkan self awareness.
Faktor kedua yaitu dari dukungan lingkungan sosialnya. Seseorang dapat melakukan segala hal dengan baik apabila dirinya mendapatkan dukungan dari lingkungannya terutama dari orang-orang terdekatnya. Untuk dapat melakukan self awareness dengan baik terlebih lagi untuk meningkatkannya tentu tidak mudah.  Oleh karena itu dibutuhkan dukungan yang  baik dari social network yang dimiliki individu. Bagi individu yang memiliki self awareness yang lemah, bantuan dari orang lain akan memberikan dampak baik dan manfaat bagi individu tersebut. Orang-orang yang menjadi bagian dari social network ini akan membantu individu dengan berbagai macam cara.  Contoh bantuan yang dapat diberikan oleh orang-orang di sekeliling individu tersebut seperti memberi tahu di mana kekurangan atau kelemahan self awareness yang dimiliki individu yang mungkin tidak disadari oleh individu. Dengan adanya informasi tambahan yang diberikan orang lain, individu dapat segera menyadari dan dapat melakukan pembenahan pada kelemahan atau kekurangan yang dialaminya.
Kemudian ada kualitas feedback yang diberikan turut mempengaruhi kesuksesan peningkatan self awareness. Penggunaan waktu yang tepat dan feedback yang bermanfaat dapat mendukung terwujudnya peningkatan self awareness. Pemberian feedback penting untuk kesuksesan peningkatan self awareness karena feedback dapat menjadi salah satu bentuk motivasi bagi individu untuk terus berupaya melakukan perubahan dan feedback juga dapat menjadi arah bagi individu untuk memperbaiki dan meningkatkan diri terlebih lagi apabila feedback disampaikan pada waktu yang tepat yaitu ketika individu meminta dan menginginkan feedback dari orang lain.                 


Kesimpulan

Pembahasan di atas memberikan kita banyak pengetahuan mengenai self awareness, seperti pengertian self awareness, kriteria self awareness yang tinggi, dampak positif dan negatif self awarenes, cara untuk meningkatkan self awareness, serta faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan self awareness. Penjabaran ini menuntun untuk kita memahami alasan self awareness penting bagi kehidupan kita.



Sumber

  1. Hogg, M., & Vaughan, G. (2017). Social Psychology. Pearson Education.

  2. Okpara, A., & Edwin, A. (2015). SELF AWARENESS AND ORGANIZATIONAL PERFORMANCE IN THE NIGERIAN BANKING SECTOR.

  3. Dowden, Angel & Warren, Jeffrey & Kambui, Hasseim. (2014). Three Tiered Model Toward Improved Self-Awareness and Self-Care.

  4. Klimoski, Richard & Hu, Xiaoxiao. (2012). Improving Self-Awareness and Self-Insight. The Oxford Handbook of Lifelong Learning. 10.1093/oxfordhb/9780195390483.013.0024.

  5. Rizki P. (2019). Hubungan Antara Self Awareness dengan Deindividuasi Pada Mahasiswa Pelaku Hate Speech. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 5(2). 114-123.

  6. Alain Morin. (2011). Self-Awareness Part 1: Definition, Measures, Effects, Functions, and Antecedents. Social and Personality Psychology Compass, 5(11). 807-823. doi: 10.1111/j.1751-9004.2011.00387.x


Komentar